Google+ Followers

Kamis, 14 Juni 2012

Konsep Dasar PAUD : Strategi perkembangan anak usia dini


STRATEGI PENGEMBANGAN ANAK USIA DINI
A.Orientasi Pembelajaran Anak Usia Dini
            Usia dini merupakan kesempatan emas bagi anak untuk belajar (golden age).Oleh karena itu kesempatan ini hendaknya dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk proses belajar anak.Rasa ingin tahu pada usia ini berada pada posisi puncak.Tidak ada usia sesudahnya yang menyimpan rasa ingin tahu anak melebihi usia dini,khususnya usia 3-4 tahun.Orientasi belajar anak usia dini bukan untuk mengejar prestasi,seperti kemampuan membaca,menulis,berhitung dan penguasaan pengetahuan yang lain yang sifatnya akademis.Namun orientasi belajar anak yang sesungguhnya adalah mengembangkan sikap dan minat belajar serta berbagai potensi dan kemampuan dasar anak.Orientasi belajar anak lebih baik bila mengarah pada pengembangan sikap mental yang positif.Bila hal itu tercapai,maka berarti aset yang tiada nilai harganya.Anak yang mampu mengembangkan sikap mental positif akan mengembangkan rasa ingin tahu yang tinggi,semangat belajar yang menyala,gemar membaca,mampu mengembangkan kreativitas diri dan memiliki dorongan yang kuat untuk terus mengembangkan diri.
            Dengan demikian,secara garis besar orientasi pembelajaran anak usia dini adalah:
1.Mengembangkan potensi dan kemampuan dasar.
2.Mengembangkan sikap dan minat belajar.
3.Membangun dasar kepribadian yang positif.
B.Metode Pembelajaran untuk Anak Usia Dini
            Penggunaan metode pengajaran yang tepat dan sesuai dengan karakter anak akan dapat memfasilitasi perkembangan berbagai potensi dan kemampuan anak secara optimal serta tumbuhnya sikap dan perilaku positif bagi anak.Beberapa prinsip metode pembelajaran untuk anak usia dini antara lain:
1.Berpusat pada anak.Artinya penerapan metode berdasarkan kebutuhan dan kondisi anak bukan berdasarkan keinginan dan kemampuan pendidikan.Pendidikan  menyesuaikan diri terhadap kebutuhan anak,bukan sebaliknya anak menyesuaikan diri terhadap keinginan dan kemampuan guru.
2.Partisipasi aktif.Maksudnya penerapan metode  pembelajaran ditunjukkan untuk membangkitkan anak untuk terus berpatisipasi aktif dalam proses belajar anak.Anak adalah subjek dan pelaku utama dalam proses pendidikan,bukan objek.
3.Bersifat holistik dan integratif.Artinya,kegiatan belajar yang diberikan kepada anak tidak terpisah menjadi bagian-bagian seperti pembidangan dalam pembelajaran,melainkan terpadu dan menyeluruh,terkait anatara satu bidang dengan bidang yang lain.
4.Fleksibel.Artinya metode pembelajaran yang diterapkan pada anak usia dini bersifat dinamis tidak terstruktur dan disesuaikan dengan kondisi dan cara belajar anak yang memang tidak terstruktur..Anak belajar dengan cara yang ia suka.
5.Perbedaan individual (individual defferences).maksudnya tidak ada anak yang memiliki kesamaan walau kembar sekalipun.Dengan demikian guru dituntut untuk merancang dan menyediakan alternatif kegiatan belajar guna memberi kesempatan kepada anak untuk memilih aktifitas belajar sesuai dengan minat dan kemampuannya.
            Bila mengacu pada kurikulum hasil belajar pendidikan anak usia dini,ada beberapa prinsip dalam menerapkan metode,yakni:
1.Berorientasi pada kebutuhan anak
2.Belajar sambil bermain
3.Kreatif dan inovatif
4.Lingkungan kondusif
5.Menggunakan sistem Tema
6.Mengembangkan keterampilan hidup
7.Menggunakan pembelajaran terpadu
8.Pembelajaran berorientasi pada prinsip-prinsip perkembangan anak.
            Secara teknis ada beberapa metode yang untuk diterapkan pada anak usia dini,antara lain:
1.Bermain
2.Bercerita
3.Bernyanyi
4.Bercakap(dialog dengan Tanya jawab)
5.Karya wisata
6.Praktik langsung
7.Bermain peran(sosio drama)
8.Penugasan
C.Karakteristik Cara Belajar Anak Usia Dini
            Anak memiliki karakteristik yang berbeda dengan orang dewasa dalam berperilaku.Dengan demikian dalam hal belajar anak juga memiliki karakteristik yang tidak sama pula dengan orang dewasa.Karakteristik cara belajar anak merupakan fenomena yang harus dipahami dan dijadikan acuan dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran untuk anak usia dini.Adapun karakteristik cara belajar anak menurut Masitoh dkk.(2009:6.9-6.12) adalah:
1.Anak belajar melalui bermain.
2.Anak belajar dengan cara membangun pengetahuannya.
3.Anak belajar secara alamiah.
Anak belajar paling baik jika apa yang dipelajarinya mempertimbangkan keseluruhan aspek pengembangan,bermakna,menarik,dan fungsional.
D.Bahan dan Perlengkapan belajar Anak Usia Dini
            Beberapa kriteria untuk menentukan bahan dan perlengkapan belajar anak usia dini,antara lain:
1.Relevan dengan kondisi anak artinya bahan dan perlengkapan yang disediakan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan anak.Bahan yang mahal bukan jaminan sesuai dengan dengan kondisi anak.
2.Berwarna dan atraktif,bahan yang berwarna,apabila dengan warna mencolok akan mengundang anak untuk memegang dan mengerakkannya,sehingga bahan dan perlengkapan yang disediakan memungkinkan bagi anak untuk beratraksi dengan benda tersebut.
3.Sederhana dan konkrit.
Bahan dan perlengkapan belajar anak bukanlah yang rumit dan sulit melainkan sederhana,jelas dan konkrit di mata anak.
4.Eksploratif dan mengundang rasa ingin tahu.
Bahan dan perlengkapan yang tersedia dapat di eksplorasi oleh anak,karena sifat dasar anak adalah ingin tahu dan ingin selalu mencoba.
5.Berkaitan dengan aktivitas keseharian anak.
Anak tumbuh dan berkembang bersama lingkungan yang ada.segala yang dia lihat,dia dengar dan ia rasakan,ingin ditiru dan diulang,oleh karena itu bahan dan perlengkapan belajar anak diupayakan.
6.Aman dan tidak membahayakan.
Bahan dan perlengkapan belajar anak harus aman dari segi bahan,bentuk dan pewarna yang digunakan agar bahan tersebut tidak membahayakan bagi anak ketika ia bereksplorasi.
7.Bermanfaat dan mengandung nilai pendidikan.
Bahan dan perlengkapan belajar dipilih yang dapat memberikan manfaat bagi pengembangan kemampuan anak,dan juga mengandung nilai pendidikan yang positif.
E.Pengorganisasian kelas
            Dalam pengorganisasian kelas ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
1.Pengaturan ruangan
Ruangan atau kelas yang digunakan untuk belajar anak sebaiknya ruangan yang lapang sehingga memungkinkan anak untuk melakukan berbagai aktivitas dengan leluasa.ciptakan ruangan yang membangkitkan anak untuk beraktivitas dan memungkinkan anak untuk bereksplorasi sesuai dengan keinginannya.
2.Pengaturan sarana dan prasarana.
Sarana dan prasarana yang ada di dalam ruangan sebaiknya diatur sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu aktivitas anak dan memungkinkan bagi anak untuk mengambil dan mengembalikannya sendiri tanpa tergantung kepada orang lain.
3.Pengaturan waktu belajar.
Pengaturan waktu belajar anak perlu diatur dan disesuaikan dengan kemampuan anak untuk berkonsentrasi terhadap suatu kegiatan.Semakin bertambah usia,daya konsentrasi anak semakin meningkat.
4.Pengaturan siswa(anak).
Proses belajar mengajar yang dilakukan untuk anak dapat berbentuk klasikal maupun individual.
5.Pengaturan suasana.
Suasana belajar bagi anak usia dini diupayakan bersifat menyenangkan,gembira,bahagia dan penuh keceriaan.Indikasi suasana belajar yang baik adalah anak mampu berinteraksi secara baik dengan pengasuh,pendidik dan teman sebaya.
F.Penilaian
            Beberapa hal yang menjadi prinsip dalam pelaksanaan penilaian untuk anak usia dini antara lain:
1.Penilaian diberikan dalam bentuk narasi atau penggambaran,bukan diwujudkan dengan symbol huruf atau angka.
2.Evaluasi dilakukan dengan observasi(pengamatan),bukan dengan teknik tes.
3.Kesalahan dipandang sebagai sesuatu yang wajar,dan menjadi bagian dari proses belajar.
4.Bagian yang mendapat penekanan adalah sisi positif dan kelebihan anak,bukan kekurangan anak.
5.Hasil yang diperoleh harus diberi penghargaan,bagaimana pun hasilnya.Kegagalan yang dialami anak merupakan proses dari keberhasilan.
            Teknik pelaksanaan evaluasi dapat dilakukan dengan beberapa cara,antara lain:
1.Pengamatan,yakni mengamati tingkah laku anak dalam kehidupan sehari-hari.
2.Pencatatan anekdot,yakni mencatatan peristiwa-peristiwa penting yang dialami anak atau perilaku anak.
3.Portofolio,yakni penilaian berdasarkan kumpulan hasil kerja anak yang dapat menggambarkan sejauh mana anak memiliki kemampuan keterampilan tertentu.
G.Jenis-jenis Strategi Pembelajaran umum di Taman Kanak-kanak
            Ada beberapa jenis strategi pembelajaran umum yang dapat digunakan di Taman kanak-kanak.Strategi pembelajaran tersebut pada umumnya lebih menekankan pada aktivitas anak dalam belajar,namun tidak berarti peranan guru pasif.Guru harus berperan sebagai fasilitator yang dapat memberikan kemudahan dan kelancaran kepada anak dalam proses belajar.
            Jenis-jenis strategi pembelajaran umum tersebut adalah:1)meningkatkan keterlibatan indra,2)mempersiapkan isyarat lingkungan,3)analisis tugas,4)scaffolding,5)praktik terbimbing,6)undangan/ajakan,7)refleksi tingkah laku/tindakan,8)refleksi kata-kata,9)contoh atau modeling,10)penghargaan efektif,11)menceritakan/menjelaskan/menginformasikan,12)do-it-signal,13)tantangan,14)pertanyaan,dan 15)kesenyapan.Strategi-strategi pembelajaran tersebut dapat diintegrasikan atau digabungkan dalam keseluruhan proses pembelajaran,sehingga tercipta kegiatan belajar yang lebih bervariasi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar